Posts Tagged ‘Kuningan’

“Mesuryak” Tradition

Monday, May 24th, 2010

Hari Raya Kuningan adalah salah satu rangkaian hari raya setelah Galungan. Pada hari Kuningan ini, umat Hindu memuja Tuhan dengan segala manifestasinya.

Di sebuah banjar di Kabupaten Tabanan, terdapat suatu tradisi unik yang dilaksanakan setiap hari Raya Kuningan ini. Tradisi tersebut dikenal dengan istilah “Mesuryak”. Tujuan dari tradisi ini adalah sebagai ucapan syukur ke hadapan Leluhur, dengan cara melemparkan uang ke udara. Dan nantinya uang tersebut akan diperebutkan oleh masyarakat. Disinilah serunya, orang2 saling berebut untuk mendapatkan sekeping atau selembar uang. Uang yang dilemparkan bervariasi, mulai dari uang logam, bahkan sampai uang kertas nominal 100 ribu. Itulah sebabnya, masyarakat bersemangat ikutan berebutan.

Beberapa foto yang sempat kami capture:

Selamat Hari Raya Galungan, Nyepi Tahun Baru Saka 1931, dan Kuningan

Monday, March 30th, 2009

Di bulan Maret ini, umat Hindu di Indonesia merayakan beberapa hari raya sekaligus. Pada tanggal 18 Maret kemaren, umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan, sebuah perayaan kemenangan Dharma atas Adharma, di mana umat Hindu di hari tersebut mengadakan upacara keagamaan, mengucap syukur atas segala berkah dari Ida Hyang Widhi Wasa.

Tanggal 26 Maret ini, umat Hindu kembali merayakan Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka yang dirayakan setiap satu tahun sekali yang jatuh pada sehari sesudah tileming kesanga pada tanggal 1 sasih Kedasa, di mana pada hari tersebut seluruh kegiatan umat berhenti total, khususnya di Pulau Bali. Umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, atau 4 macam hal yang tidak boleh dilakukan, yaitu, Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang), dan Amati Lelungaan (tidak bepergian). Dalam kesenyapan hari suci Nyepi ini kita mengadakan mawas diri, menyatukan pikiran, serta menyatukan cipta, rasa, dan karsa, menuju penemuan hakikat keberadaan diri kita dan inti sari kehidupan semesta. Keesokan harinya yaitu hari raya Ngembak Geni, segenap isi rumah keluar pekarangan dan bermaaf-maafan dengan tetangga dan handai tolan yang ditemui, dalam suasana batin yang telah bersih dan dipenuhi kebijaksanaan.

Tanggal 28 maret 2009, umat Hindu di Bali merayakan sebuah hari besar keagamaan yaitu hari raya KUNINGAN, yg jatuh setiap 210 hari sekali pada Saniscara Kliwon wuku Kuningan. Perayaan Kuningan merupakan kelanjutan dari perayaan Galungan, sama-sama mengandung makna kemenangan kebaikan atas kejahatan

Kami segenap crew 3Datu Tukang Foto, mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan, Nyepi, dan Kuningan. Semoga Ida Hyang Widhi Wasa selalu melimpahkan berkah-Nya untuk kita semua manusia di dunia ini.

Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan

Wednesday, August 20th, 2008

Pada hari ini seluruh umat Hindu di Indonesia melaksanakan upacara untuk menyambut kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan), yang lazim disebut Hari Raya Galungan. Hari Raya Galungan kali ini jatuh pada tanggal 20 Agustus 2008.

Menurut Pustaka (lontar) Djayakasunu, pada hari Galungan itu Ida Sanghyang Widhi menurunkan anugrah berupa kekuatan iman, dan kesucian batin untuk memenangkan dharma melawan adharma. Menghilangkan keletehan dari hati kita masing-masing. Memperhatikan makna Hari Raya Galungan itu, maka patutlah pada waktu-waktu itu, umat bergembira dan bersuka ria. Gembira dengan penuh rasa Parama Suksma, rasa terimakasih, atas anugrah Hyang Widhi. Gembira atas anugrah tersebut, gembira pula karena Bhatara-bhatara, jiwa suci leluhur, sejak dari sugi manek turun dan berada di tengah-tengah pratisentana sampai dengan Kuningan (dikutip dari:babadbali.com)

3Datu Tukang Foto mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan, semoga Ida Hyang Widhi WaƧa, Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan jalan yang terbaik untuk kita semua, serta selalu menuntun kita untuk berjalan di jalan yang sesuai dengan Dharma.